Kamis, 28 April 2016

Puisi Baper WAw

Aku sang pendosa Oleh: Nurkhotimah Waktu terus bergulir Namun air mata tak pernah berakhir Tak henti ku berdzikir Memohon cinta Sang Pemberi takdir Siang malam silih berganti Namun aku masih saja tak mengerti Arti menghambakan diri Pada Tuhan yang berdiri sendiri Aku sang pendosa Tak henti bernafas dalam semesta Teriak lantang dalam dada Ingin ku lepas semua Bersama angin malam yang menerpa Seperti daun yang telah berguguran di sana Jatuh dan tak pernah kembali Tak ada lagi dosa yang kudapati Namun, aku tak henti-hentinya Terlena dalam dunia yang fana Diriku semakin terbalut olehnya Dosa yang tak pernah bisa Aku hapus dengan setetes air mata Bagaimana? Aku tak dapat berhenti Menghentikan sang Atid mencatat sepanjang hari Sedang Izrail menanti Untuk membawaku kembali Menemui Sang illahi Cirebon, 12 Desember 2015 Puisi ini menjadi salah satu puisi terbaik dalam event lomba yang diadakan oleh Stepa Pustaka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar